Perhatian masyarakat Indonesia sebentar lagi akan tertuju pada tradisi mudik dan serba-serbinya yang akan diliput oleh media cetak dan elektronik pada saat H-7 sebelum hari raya idul fitri. Pulang ke kampung halaman atau biasa yang disebut “mudik” adalah tradisi yang mungkin hanya ada di Indonesia, biasanya dilakukan sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri. Tidak diketahui secara pasti kapan tradisi mudik ini dimulai.
Mudik adalah suatu bentuk apresiasi kebahagiaan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman, mereka akan berbondong-bondong meninggalkan satu kota besar ke kota lain hanya dalam hitungan hari secara bersamaan, para pemudik tidak lupa akan membawa “oleh-oleh” dari kota besar sebagai bukti keberhasilan dari perantauan di kota besar. Dampak arus mudik akan meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya di sepanjang jalur arus mudik, kemacetan dan kriminalitas.
Semangat untuk melakukan silaturahmi dengan sanak saudara, teman dan tetangga di kampung halaman merupakan kekuatan yang sangat luar biasa mereka tunjukan, mengalahkan rasa lelah dan resiko selama perjalanan menuju kampung halaman. Jika kita telusuri kebelakang bagaimana mereka harus antri tiket, berlomba untuk mendapatkan tempat duduk, berdesak-desakan di moda transportasi hingga kemacetan yang mereka alami di jalan seolah bukan halangan bagi mereka.
Semoga Allah SWT, memberikan taufik, hidayah dan inayahnya kepada kita semua dan menjadikan kita manusia-manusia yang kembali suci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar